Film sexy killers yang
dirilis pada 5 April 2019 ini diproduksi oleh WacthDoc. Selama satu tahun
berkeliling Indonesia untuk mendokumentasikan beberapa film terkait lingkungan
hidup, WatchDoc sudah membuat 12 film dokumenter yang membuka beberapa fakta
yang sangat mengejutkan. Pada saat peluncuran film ini 10 komunitas yang ada di
Indonesia menggelar nonton bareng dari Kota Semarang, Kupang, Surabaya, dan
sekitarnya.
Dalam film Sexy Killers
ini WatchDoc membuka fakta sisi gelap dari sebuah bisnis yang berkembang di
Indonesia yaitu pertambangan batubara. Lokasi penambangan batubara ini
bertempatan di Kalimantan Timur, hasil penambangan yang akan dikirim kebeberapa
Pulau melalui jalur laut dan sungai sebelum sampai ke Pembangkit Listrik
Tenaga Uap (PLTU) dengan sumber energi yaitu batu bara. Dua Pulau yang sangat
boros dalam pemakaian listrik yaitu Pulau Jawa dan Bali. Sepanjang itulah
dampak buruk yang terjadi dari tambang barubara dari hulu ke hilir.
WacthDoc mengangkat
film ini karena melihat banyak masyarakat sekitar yang dirugikan dalam hal ini
terutama para petani dan nelayan yang mata pencahariannya terancam karena
dampak dari tambang batubara. Lalu tambang batubara ini bisa dianggap “pembunuh”
bagi warga pedesaan tersebut. Sampai saat ini pemerintah belum ada tindak tegas
akan hal ini, bahkan lubang-lubang bekas tambang yang sudah usai pun belum juga
direklamasi, sekitar 350 lubang yang ada dalam tambang batubara ini dan masih
dibiarkan begitu saja. Dalam debat capres lalu bapak Jokowi memberikan statement bahwa lubang-lubang dipertambangan
batubara sudah direklamasi kembali pada kenyataan belum ada reklamasi sampai
saat ini.
Masyarakat yang tinggal
di daerah pertambangan selalu jadi tumbal dan menjadi korban kebanyakan dari
anak-anak. Seperti yang terlihat pada kenyataannya masyarakat kecil di
Indonesia sampai saat ini pun tidak punya suara untuk menuntut haknya, selalu
tertindas dalam kebahagiaan dan suksesnya orang-orang berdasi. Dalam tambang
batubara ada beberapa saham yang dimilik oleh para elit politik salah satunya
Luhut Pandjaitan yang saat ini menjadi tim sukses dari bapak Jokowi dalam
Pilpres 2019. Wildan Siregar mengatakan bahwa film sexy killers ini menunjukan
perubahan besar industri tambang batubara di Indonesia, bahkan di Negara-negara
Eropa sudah kurang berminat untuk memakai batubara karena tahu dampak yang
ditimbulkan bagi lingkungan sangat tidak baik, akibat dari penurunan minat pun
berpengaruh pada penurunan akomoditas dan pada akhirnya Indonesia harus memanfaatkan
hasil batubara yang sudah terlanjur ditambang.
Film ini dibuat untuk
memberitahu seluruh masyarakat Indonesia tentang tambang batubara karena yang
terlihat selama ini hanya kenyataan yang manis-manis saja ternyata banyak
sekali kepahitan didalamnya. Listrik yang selama ini dinikmati dan memakai
tanpa ada batasan ternyata membawa dampak buruk dibaliknya. Film ini diluncurkan
pada saat tahun politik dan dekat dengan Pilpres 2019 bukan untuk
mengkampanyekan agar masyarakat Golput, justru di sinilah peran masyarakat
untuk lebih bijak dalam memilih pemimpin dan sebagai warga negara yang cerdas
kita harus memilih berdasarkan fakta-fakta yang ada agar kita dapat menuntut
hak dari pemimpin selanjutnya. Memilih dengan akal sehat dan melihat kondisi sosial
sekitar, Indonesia butuh pemimpin yang benar-benar peduli akan rakyatnya
terutama rakyat kecil dan dampak dari batubara ini harus segara dicarikan
solusi yang tepat agar tidak merugikan rakyat kecil yang tinggal disekitar
tambang batubara.
Vivi
Sintia
6PIK5
14150316
Daftar Pustaka :
https://www.voaindonesia.com/a/film-sexy-killers-ungkap-elit-politik-di-balik-batu-bara/4884748.html

Comments
Post a Comment